اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَه، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُه. خَيْرَ نَبِيٍّ أَرْسَلَهُ. أَرْسَلَهُ اللهُ إِلَى الْعَالَـمِ كُلِّهِ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا دَائِمَيْنِ مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah, pada hari yang mulia ini, khatib mengingatkan kita semua untuk selalu menjaga dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Ketakwaan yang dimaksud adalah menjauhi segala larangan Allah dan melaksanakan perintah-Nya. Dengan ketakwaan, kita akan diberikan solusi dalam setiap problematika hidup dan rezeki yang melimpah tanpa kita sangka.
BACA JUGA: Khutbah Jumat: Menjaga Keimanan dan Menghindari Su’ul Khatimah
Menghargai Bulan Rabiul Awal dan Kelahiran Nabi Muhammad
Bulan ini adalah bulan Rabiul Awal, bulan yang sangat mulia karena pada bulan inilah Nabi Muhammad shallallahu ‘alahi wa sallam dilahirkan. Sebagai Nabi akhir zaman, beliau adalah penutup para nabi dan rasul.
Jamaah yang dirahmati Allah subhanahu wa ta’ala, di bulan Maulid ini, kita sepatutnya banyak bersyukur kepada Allah atas kehadiran Nabi Muhammad sebagai suri teladan yang mulia. Nabi Muhammad diutus ke dunia sebagai rahmat bagi seluruh alam, sebagaimana tercantum dalam surah al-Anbiya ayat 107:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
Imam al-Baidhawi menjelaskan bahwa pengutusan Nabi Muhammad sebagai rahmat dan kasih sayang untuk seluruh alam merupakan bentuk kebahagiaan dan kebaikan bagi kehidupan dunia dan akhirat.
Meneladani Kasih Sayang dan Kemaafan Nabi Muhammad
Imam Ibnu ‘Abbas mengungkapkan bahwa menerima ajaran kasih sayang yang dibawa Nabi dan bersyukur kepadanya akan membawa kebahagiaan hidup. Sebaliknya, menolak dan menentangnya akan merugikan hidup kita.
Kasih sayang yang ditunjukkan Nabi Muhammad bukan hanya berupa ucapan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, saat Nabi Muhammad hijrah ke Thaif dan mendapat perlakuan kasar, beliau tetap berdoa untuk kebaikan umat meskipun menghadapi kesulitan tersebut.






