RUANGBICARA.co.id – Kabar mengejutkan datang dari dunia sepak bola Indonesia, khususnya PSBS Biak.
Presiden Direktur klub, Eveline Sanita Injaya, resmi mengundurkan diri menjelang berakhirnya kompetisi BRI Liga 1 musim 2024/2025. Keputusan ini sontak menimbulkan tanda tanya bagi penggemar dan masyarakat Biak, Papua.
Meski masa kepemimpinannya terbilang singkat, Eveline berhasil membawa PSBS Biak tampil mengesankan.
BACA JUGA: Mau Nonton Timnas Indonesia Lawan China? Ini Harga Tiket dan Cara Beli yang Wajib Kamu Tahu
Di bawah arahan dan pengelolaannya, tim berjuluk “Badai Pasifik” mampu bertengger di posisi ketujuh klasemen sementara Liga 1. Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Biak.
Namun, di balik keberhasilan tersebut, ternyata Eveline harus menghadapi berbagai kendala yang tidak mudah.
Penyebab utama
Dalam pengunduran dirinya, Eveline mengungkapkan bahwa adanya ketidakharmonisan dalam internal manajemen klub membuat situasi menjadi sangat sulit.
Kondisi ini diperparah dengan penghentian dukungan finansial oleh pemegang saham mayoritas PSBS Biak.
Akibatnya, klub mengalami kesulitan keuangan yang serius, termasuk tunggakan gaji pemain dan utang kepada sejumlah vendor.
Situasi tersebut memaksa Eveline mengambil keputusan berat untuk meninggalkan posisinya sebagai Presiden Direktur demi kebaikan klub.






