Terungkap! Meskipun Ada PHK di Global, Panasonic Indonesia Justru Eksplorasi Pasar Dunia

Jakarta – Meskipun ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Panasonic Holdings secara global, situasi ini tidak berdampak pada operasional perusahaan di Indonesia.

Faktanya, Panasonic Indonesia justru semakin memperkuat posisinya sebagai basis ekspor elektronik ke lebih dari 82 negara.

Hal ini diungkapkan Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief, yang menegaskan bahwa Indonesia tetap menjadi salah satu basis produksi penting bagi Panasonic di kawasan Asia Tenggara.

BACA JUGA: Panasonic PHK Karyawan, Pebisnis Muda Ini Bongkar Rahasia Bertahan di Dunia Kerja yang Semakin Tak Pasti

Febri menjelaskan bahwa meskipun PHK terjadi di tingkat global, operasional Panasonic di Indonesia tetap berjalan lancar. Pabrik Panasonic di Indonesia justru menjadi pusat ekspor yang penting, mencerminkan daya saing industri elektronik nasional yang sangat kuat.

“PHK yang terjadi di Panasonic Holdings tidak berdampak pada operasional Panasonic di Indonesia. Pabrik di Indonesia justru menjadi basis ekspor ke lebih dari 80 negara,” kata Febri dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (12/5/2025).

Tantangan

Namun, Febri juga mencatat bahwa utilisasi industri elektronik Indonesia pada triwulan I tahun 2025 masih berada pada level rendah, yakni 50,64 persen. Sebagai perbandingan, sebelum pandemi Covid-19, utilisasi sektor ini mencapai 75,6 persen.

“Kondisi ini menjadi pengingat bagi seluruh pelaku industri dan para karyawan untuk terus beradaptasi dan melakukan transformasi agar tetap kompetitif,” ujar Febri, menyarankan pentingnya inovasi dalam menghadapi tantangan global yang semakin ketat di sektor elektronik.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan utilisasi sektor elektronik melalui perlindungan pasar domestik.

Selain itu, upaya menjaga investasi dan menarik investasi baru juga menjadi prioritas. “Persaingan global di sektor elektronik semakin ketat. Ini adalah peringatan bahwa transformasi teknologi, peningkatan produktivitas, dan efisiensi operasional adalah kunci untuk bertahan hidup,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *