Insiden ini memicu kemarahan publik dan membuat warganet meluncurkan petisi yang menuntut Presiden Prabowo untuk memberhentikan Gus Miftah dari jabatannya. Hingga Jumat (6/12/2024), petisi tersebut telah ditandatangani oleh 318.479 orang.
Komentar Anwar Ibrahim Menambah Tekanan
Kontroversi ini juga mendapat perhatian dari Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim. Dalam sebuah acara silaturahmi dengan Kementerian Keuangan Malaysia pada Kamis (5/12/2024), Anwar menyebut dirinya telah menyaksikan video tersebut.
“Di Indonesia, beberapa hari yang lalu sedang ramai di media sosial oleh seorang khatib yang sedang berdakwah, dia menghina seorang penjual teh. Saya melihat banyak orang yang menonton,” ujar Anwar, seperti dilansir Malaysia Gazette.
Selain itu, Anwar juga mengapresiasi langkah Presiden Prabowo yang telah memberikan teguran keras kepada Gus Miftah. Teguran tersebut diikuti oleh permintaan maaf langsung dari Gus Miftah kepada Sunhaji.
Setelah serangkaian tekanan dari masyarakat dan perhatian internasional, Gus Miftah akhirnya memilih untuk mundur. Langkah ini diambil sebagai upaya meredakan situasi dan memulihkan kepercayaan publik.
BACA JUGA: Membaca Dampak PPN 12% dan Kenaikan UMP 2025, Begini Respons Pengusaha
Keputusan tersebut menutup babak kontroversial yang melibatkan Gus Miftah selama menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden. Meski demikian, insiden ini menjadi pelajaran penting mengenai tanggung jawab publik dalam setiap tindakan dan pernyataan.






