-
Over Kompensasi: makan kalap dan berlebihan saat berbuka.
-
Under Nutrisi: menahan makan berlebihan tetapi kualitas gizi yang masuk sangat buruk.
-
Dehidrasi: kurangnya keseimbangan air dan mineral dalam tubuh.
Ini adalah tips paling krusial dari Ade Rai untuk menghindari roller coaster energi (cepat kenyang lalu cepat lemas).
Pertama, mulailah dengan sayur, lalu protein dan lemak, dan terakhir barulah karbohidrat.
Kedua, hindari makan nasi atau mie sendirian. Selalu campur dengan protein dan serat agar lonjakan gula darah lebih lambat dan Anda kenyang lebih lama.
Ketiga, hindari langsung mengonsumsi makanan manis secara berlebihan karena akan memicu lonjakan insulin yang membuat Anda cepat mengantuk dan cepat lapar lagi.
Saat sahur, Ade Rai menyarankan untuk fokus pada protein, seperti telur. Protein dan lemak alami memberikan rasa kenyang yang jauh lebih stabil dibandingkan karbohidrat olahan, seperti tepung-tepungan.
Ade Rai juga sangat merekomendasikan olahraga di ujung waktu sebelum berbuka.
Alasannya karena pada saat ini hormon pembakar lemak, seperti adrenalin dan growth hormone, sedang berada di puncaknya. Berolahraga pada waktu tersebut akan mempercepat proses pembakaran lemak dan pembersihan sel-sel rusak (autofagi).
Cukup lakukan olahraga dengan intensitas sedang selama 30–45 menit, lalu langsung tutup dengan berbuka puasa.
Sehat adalah konsekuensi dari akumulasi investasi kita, mulai dari apa yang dimakan, bagaimana bergerak, hingga bagaimana cara berpikir. Dengan mengikuti strategi ala Ade Rai, Lebaran nanti bukan lagi menjadi ajang “balas dendam”, melainkan hari kemenangan di mana Anda hadir dengan tubuh yang lebih segar, bugar, dan baru.






