Tragedi Banjir Dahsyat Libya Timur: Palang Merah Peringatkan Potensi Ribuan Korban

Jakarta – Jumlah korban tewas akibat banjir dahsyat di Libya timur diperkirakan akan melonjak secara drastis, mengingat sekitar 10.000 orang dilaporkan hilang. Demikian peringatan yang disampaikan Palang Merah pada hari Selasa (12/9).

Dampak Dahsyat Badai Daniel: 150 Orang Tewas, 10.000 Hilang di Libya

Banjir dahsyat yang diakibatkan badai Daniel telah menewaskan setidaknya 150 orang di Libya, namun jumlah sebenarnya diperkirakan jauh lebih tinggi. Palang Merah memperingatkan bahwa sekitar 10.000 orang dilaporkan hilang, memicu kekhawatiran akan korban yang belum terhitung.

Tamer Ramadan dari Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional (IFRC) mengungkapkan bahwa tim mereka masih melakukan penilaian di lapangan.

Baca Juga : Gempa Bumi Mengguncang Maroko Tengah: Lebih dari 820 Orang Tewas dan 600 Terluka

Perdana Menteri Laporkan Tragedi di Derna: Lebih dari 2.000 Tewas, Ribuan Hilang

Oussama Hamad, perdana menteri pemerintahan berbasis di timur Libya, melaporkan situasi menghancurkan di kota Derna. Lebih dari 2.000 orang dilaporkan tewas dan ribuan lainnya masih hilang. Meskipun angka ini belum dikonfirmasi oleh sumber resmi, Palang Merah menegaskan bahwa dampak bencana ini sangat mengkhawatirkan.

Keputusan Darurat: Pemerintah Libya Timur Minta Dukungan Internasional

Kebutuhan kemanusiaan melampaui kemampuan Bulan Sabit Merah Libya dan pemerintah setempat. Oleh karena itu, pemerintah wilayah timur Libya telah mengeluarkan permohonan bantuan internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *