Sementara, data terkini BPBD menyebutkan jumlah korban tewas mencapai 22 orang, lebih tinggi dari laporan awal. Dari total 76 pegawai yang berada di dalam gedung saat kejadian, 54 di antaranya berhasil diselamatkan dan kini tengah menjalani perawatan.
“Dugaan sementara penyebab kebakaran akibat malfungsi baterai drone,” tambah Yohan.
Berikut daftar korban meninggal dunia:
- Ninda (P)
- Apriana (L)
- Ariel (L)
- Yoga (L)
- Pariyem (P)
- Nisa (P)
- Nazelia (P)
- Risda (P)
- As-syifa (P)
- Della (P)
- Siti (P)
- Emelia (P)
- Vina (P)
- Chandra (P)
- Tasya (P)
- Sendi (L)
- Raihan (L)
- Chintia (P)
- Rosdiana (P)
- Novia (P) – Hamil
- Ihsanul Mirza (L)
- Saiful (L)
Dengan demikian, tragedi ini menyisakan pertanyaan besar mengenai standar keselamatan dan pengelolaan bahan berisiko tinggi dalam operasional perusahaan teknologi drone. Investigasi masih berlangsung, sementara keluarga korban menanti jawaban dan keadilan atas musibah yang merenggut orang-orang tercinta.
BACA JUGA:Â Pasca Kebakaran Taman Puring, Pedagang Tunggu Janji Pemulihan Tanpa Pungutan






