Enam Koridor Disiapkan
Selain itu, Djoko menjelaskan detail peluncuran Trans Manado pada 19 November 2025 yang diresmikan Wali Kota Andrei Angouw.
“Manado memulai dua koridor dengan total 14 bus operasional dan dua cadangan. Enam koridor akan disiapkan,” jelasnya.
Ia juga menyinggung kegagalan Trans Kawanua di tahun 2009 sebagai pelajaran penting. “Trans Kawanua tidak bertahan karena salah kelola. Itu tidak boleh terulang,” ujar Djoko.
Baginya, transportasi umum tidak akan berhasil tanpa dukungan perilaku masyarakat. “Penggunaan angkutan umum harus menjadi kebiasaan. Demand creates supply. Jika penumpang meningkat, layanan akan membaik,” katanya.
Ia juga mendorong warga yang mampu untuk meninggalkan mobil pribadi demi perjalanan harian tertentu. “Jika masyarakat mampu beralih dari mobil ke angkutan umum, kemacetan akan berkurang signifikan,” tegasnya.
Menurut Djoko, masyarakat memiliki peran besar dalam memastikan Trans Manado berjalan baik. “Masyarakat adalah mata dan telinga pemerintah. Mereka harus mengawasi kebersihan, ketepatan waktu, dan implementasi fasilitas,” ujarnya.
Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya advokasi untuk kelompok rentan seperti disabilitas, perempuan, dan anak.
Bahkan, Djoko mengutip data BP Tapera yang menyebutkan Manado kini memiliki 35 kawasan perumahan. “Ini PR besar. Transportasi umum harus menjangkau semua perumahan agar biaya mobilitas warga tidak membengkak,” katanya.
BACA JUGA: Menhub Beberkan 5 Prioritas Besar Transportasi, MTI Diminta Siap Kawal
Menutup paparannya, Djoko mengingatkan bahwa transportasi umum bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan dasar. “Transportasi umum yang terjangkau dan berkualitas selalu dinanti publik. Tugas pemerintah untuk menyediakannya demi kenyamanan warga,” tutup Djoko.






