Transaksi Judi Online Meningkat Pesat, Pertumbuhan Ekonomi RI Tergerus

Laju Pertumbuhan Ekonomi

Kemudian, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi nasional mengalami stagnasi. Dari 5,05% pada 2023, menjadi 5,03% pada 2024, dan turun lagi ke 4,9% pada kuartal I-2025.

Firman meyakini, jika aktivitas judol bisa ditekan, maka ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2025 dapat tumbuh hingga 5,2%.

“Dalam situasi global yang tidak pasti, tambahan 0,3% sangat berarti untuk mengejar target pertumbuhan 8% pada 2029, seperti yang ditetapkan Presiden,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Firman juga menekankan bahwa maraknya judi online memicu efek domino terhadap sektor konsumsi, investasi, dan fiskal negara. Aktivitas konsumsi masyarakat bergeser dari kebutuhan pokok ke perjudian, investasi menurun karena tabungan berkurang, sementara beban negara meningkat karena tekanan sosial seperti utang pribadi, kekerasan rumah tangga, hingga potensi bunuh diri.

Di sisi lain, Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, menyebut bahwa total perputaran dana judol di Indonesia pada tahun 2024 mencapai Rp359,81 triliun, naik dari Rp327,81 triliun pada 2023. Bahkan, pada kuartal pertama 2025 saja, jumlahnya sudah menembus Rp47,97 triliun. Jika tidak ada tindakan, angka ini diprediksi bisa menembus Rp1.100 triliun.

Meski begitu, Ivan tetap optimistis. Menurutnya, intervensi sistemik dapat menekan angka tersebut secara signifikan.

“Dengan pemblokiran dan pengawasan ketat di sektor fintech dan perbankan, kami memproyeksikan nilai transaksi bisa ditekan ke Rp205,3 triliun,” ungkap Ivan.

BACA JUGA: Kena Mutasi Kapolri, Ini Profil dan Sosok Brigjen Hengki yang Kini Pimpin Polda Banten

Sebagai langkah awal, pihaknya telah membekukan 120 juta rekening pasif yang diduga berpotensi digunakan dalam transaksi kejahatan finansial, termasuk judol.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *