Turun ke Jalan, Warga Protes Rencana Eksekusi Lahan oleh PN Rangkasbitung

Lebak – Suasana memanas terjadi di Kampung Kaduhauk, Desa Kaduhauk, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak. Puluhan warga setempat turun ke jalan dalam aksi protes menentang rencana eksekusi lahan oleh Pengadilan Negeri (PN) Rangkasbitung Jumat (29/12/2023) lalu.

Dalam aksi tersebut, warga yang dipimpin oleh perwakilan keluarga tergugat, Enok Nurhasanah, menyampaikan ketidaksetujuan mereka terhadap rencana eksekusi yang dianggap keliru oleh PN Rangkasbitung.

Para demonstran membawa karton dengan tulisan menolak pengeksekusian, menyatakan bahwa lahan yang akan dieksekusi tidak sesuai objek yang seharusnya.

Enok Nurhasanah menjelaskan bahwa lima warga Desa Kaduhauk telah digugat terkait lahan yang diduga mereka tempati. Namun, warga merasa keberatan karena menilai PN Rangkasbitung keliru menentukan objek eksekusi. Menurut mereka, blok 102 yang direncanakan untuk dieksekusi seharusnya adalah blok 19.

Baca juga: Sempat Ditawar, Inilah Kronologi Hilangnya 26 Kambing yang Dicuri di Lebak

“Jelas disini Pengadilan Negeri Rangkasbitung salah objek, seharusnya yang akan di eksekusi itu kan blok 19 bukannya malah blok 102 yang akan di eksekusi,” kata Enok, Senin (1/1/2024).

Warga setempat menunjukkan keberatan keras jika eksekusi dilakukan di blok 102, yang saat ini merupakan pemukiman masyarakat. Enok menekankan bahwa lahan yang akan dieksekusi telah memiliki sertifikat sebelum munculnya perselisihan ini.

“Silahkan aja pihak Pengadilan Negeri Rangkasbitung mengeksekusi dilahan 19, tapi jangan dilahan 102,” pungkasnya.

Aksi protes ini mencerminkan ketidakpuasan warga terhadap rencana eksekusi lahan yang dianggap tidak sesuai dan keliru oleh PN Rangkasbitung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *