Saat ini untuk Destinasi Borobudur dapat diakses melalui Bandara Adi Sutjipto dan Yogyakarta Internasional Airport (YIA) Kulonprogo. Selain itu dapat juga diakses melalui Bandara Bandara Ahmad Yani Semarang dan Bandara Adi Soemarmo Solo melalui jalur darat.
“Untuk akses dari dan ke YIA, telah disiapkan transportasi antarmoda sebanyak 4 trayek khusus untuk bandara dari total 13 trayek yang dilayani, selain itu dapat juga menggunakan kereta api khusus menuju ke Yogyakarta Internasional Airport,” ujar Budi.
3.Mandalika
Untuk destinasi Mandalika, pada tahun ini telah dialokasikan sebesar Rp. 40 milyar untuk sektor darat dan laut, dengan pintu masuk melalui penerbangan yaitu Bandara Internasional Lombok. Transportasi dari dan ke bandara telah disiapkan angkutan antarmoda yang disubsidi oleh Pemerintah untuk menuju bandara dan juga dari Pusat Kota menuju Mandalika.
Kemenhub juga menyelesaikan untuk dua rute menuju Mandalika via Praya dan Via Bandara Internasional Lombok. Di sektor transportasi laut, Pelabuhan Pamenang dan lanjutan pengembangan infrastruktur transportasi di Pelabuhan Gili Trawangan juga telah diselesaikan sehingga akses transportasi pariwisata Lombok lebih mudah.
Dermaga Gilimas yang dikelola PT. Pelindo III untuk cruise, juga untuk pertama kalinya telah disandari kapal pesiar Sun Princess dengan membawa 1.988 penumpang dan 862 kr dan ini merupakan upaya pembangunan infrastruktur di Destinasi Mandalika selain untuk pengembangan pariwisata, juga untuk menyukseskan penyelengaraan seri Grand Prix MotoGP yang diselenggarakan di Mandalika, Lombok Tengah, NTB.
Baca Juga : Forum Sinergi BUMN-Swasta: Kerjasama Mendorong Pertumbuhan Ekonomi yang Solid
4. Labuan Bajo
Destinasi berikutnya adalah Labuan Bajo. Kemenhub telah berupaya membangun infrastruktur transportasi darat, laut dan udara, antara lain perpanjangan runway Bandara Komodo pada tahun 2020 menjadi 2.450 meter dengan alokasi anggaran APBN. Sedangkan untuk perpanjangan menjadi 2.750 meter, perluasan apron, perluasan terminal penumpang, pembangunan terminal kargo, pembangunan helipad, serta pembangunan fasilitas sisi darat lainnya pembiayaannya melalui skema pendanaan KPBU.
Untuk pelayanan transportasi antarmoda, aksesibilitas bandara disiapkan rute Loop Bandara Komodo – Labuan Bajo. Dukungan lain adalah pembangunan Terminal Multiporpuse Labuan Bajo yang dibangun khusus untuk barang, sehingga pelabuhan Labuan Bajo eksisting akan fokus dikembangkan khusus untuk pelayanan penumpang dalam rangka mendukung pariwisata.
Selain itu PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) juga mendukung pariwisata Labuan Bajo melalui pembangunan Kawasan Labuan Bajo Marina. Kemenhub juga mengadakan Kapal Bottom Glass Katamaran 2 unit dengan anggaran sebesar Rp. 30 Milyar.
5. Kupang
Destinasi terakhir yaitu Likupang, dimana pada awal tahun periode kedua Kabinet Indonesia Maju, Kemenhub telah mengalokasikan sebesar Rp. 146 milyar, berupa dukungan untuk sektor darat, perkeretaapian, laut, dan udara untuk Likupang dan sekitarnya. Dengan pintu masuk penerbangan melalui Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado dimana pengembangan di tahun 2020-2021 adalah perluasan terminal penumpang dan perpanjangan runway menjadi 2.800 m.
Kemenhub juga telah membangun Pelabuhan Penyeberangan Likupang dengan konsep baru yang lebih modern dengan alokasi anggaran sebesar Rp 30 miliar, begitu juga dengan Pelabuhan Laut Likupang yang dibangun dengan konsep modern dengan mengusung nuansa kedaerahannya dengan alokasi anggaran sebesar Rp.50 milyar dibangun secara MYC 2020-2021. Untuk destinasi Likupang juga dibangun/diadakan Kapal Bottom Glass dengan anggaran sebesar Rp. 30 Milyar untuk kapal Bottom Glass Trimaran 2 unit.







1 komentar