Usai Videonya Viral dengan Aura Cinta, Guru Ini Sebut Dedi Mulyadi Tidak Mendidik

Jakarta — Sebuah video yang memperlihatkan interaksi antara Dedi Mulyadi dan remaja bernama Aura Cinta viral di media sosial. Aura, yang berasal dari Bekasi, merupakan anak dari keluarga korban penggusuran di bantaran sungai wilayah Cikarang.

Dalam video tersebut, Aura menceritakan bahwa keluarganya berasal dari Solo dan sempat menempati rumah pemberian kakek neneknya sebelum digusur. Kini, ia sedang berjuang melanjutkan pendidikan dan berharap bisa kuliah di Universitas Indonesia.

Namun, video itu menuai kritikan tajam dari Iman Zanatul Haeri, Kepala Bidang Advokasi Guru dari Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G). Ia menilai tindakan Dedi Mulyadi kepada Aura tidak mendidik.

BACA JUGA: Aura Cinta Diserang Netizen, Dedi Mulyadi Dituding Langgar Hak Anak

“Saya tidak sepakat dengan tindakan KDM. Seorang anak disorot kamera, dicecar pertanyaan, dijatuhkan mentalnya di depan publik. Terakhir, identitasnya dibuka hingga muncul ujaran kebencian di media sosial,” tulis Iman dalam akun Facebook pribadinya, dikutip Kamis (1/5/2025).

Iman menambahkan bahwa meskipun argumen dari Aura mungkin keliru, cara yang digunakan Dedi justru tidak menunjukkan sikap mendidik.

“Dia memaksa orang setuju dengannya. Dia tidak menurunkan tone emosinya. Situasi ruangan dan kamera semuanya dalam kontrolnya,” ucap Iman lagi.

Ia juga mengkritik bahwa bila pun Aura dianggap sedang berpura-pura, tetap saja konten tersebut tidak memberikan nilai edukatif.

Lebih lanjut, Iman menuding Dedi mencampuradukkan isu kemiskinan, penggusuran, dan wisuda. Ia menilai bahwa Dedi justru menghina keinginan masyarakat miskin yang ingin maju.

“KDM seolah melarang orang miskin bermimpi. Anak itu dijatuhkan hanya karena berasal dari keluarga tidak mampu, bahkan disalahkan atas penggusuran yang sudah membuatnya rugi dua kali,” tegas Iman.

Dengan berbagai kritik tersebut, Iman menegaskan bahwa apa yang dilakukan Dedi Mulyadi tidak mencerminkan sikap seorang pendidik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *