Defisit APBN
Suahasil menjelaskan bahwa kebutuhan pembiayaan utang sebesar Rp731,5 triliun digunakan untuk menutup defisit APBN. Dalam outlook Lapsem 2025, defisit tercatat berada pada level 2,78% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
“Sehingga pembiayaan anggaran yang sudah kita realisasikan adalah Rp532,9 triliun. Kita melakukan pembiayaan ini berdasarkan outlook laporan semester yang defisitnya adalah 2,78% terhadap produk domestik,” jelasnya.
Di sisi lain, pemerintah telah memperoleh persetujuan DPR untuk memanfaatkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp85,6 triliun. Langkah ini diambil untuk menekan kebutuhan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) sepanjang 2025 sekaligus memperkuat manajemen risiko pembiayaan.
Suahasil menegaskan bahwa pemerintah akan terus menjaga pembiayaan utang agar tetap sesuai rencana. “Kita akan terus melakukan pemenuhan pembiayaan utang sesuai on track, partisipatif, dengan berbagai langkah mitigasi risiko, termasuk cash buffer, pre-funding jika diperlukan, serta active cash and debt management,” pungkasnya.






