“Presiden yang sedang menjabat secara terang-terangan berkampanye untuk salah satu pasangan calon gubernur. Ini praktik yang sangat buruk. Pemerintah selevel kepala desa aja kita kecam kalau ikut berkampanye begini. Mata rantai kenorakan ini, kapankah berakhir?” tulisnya di akun X pribadinya, Sabtu (9/11/2024).
Selain itu, Saidiman menyoroti bahwa video dukungan Prabowo sempat diunggah di akun Instagram Total Politik, namun kemudian hilang.
“Aku tadi nonton video ini di Total Politik (IG). Namun sekarang sudah tidak ada video itu di sana. Apa yang terjadi? Semoga bukan karena ada telepon dari kementerian penerangan. Semoga itu juga bukan karena swa-sensor seperti umum terjadi di masa Orde Baru,” tambahnya.
BACA JUGA:Â Langkah Konkret Dukungan Prabowo ke Energi Nuklir Dipertanyakan Thorcon
Unggahan Saidiman ini pun memancing reaksi luas di media sosial. Warganet memperdebatkan pentingnya netralitas politik yang harus dijaga oleh pejabat tinggi negara, terutama dalam periode kampanye seperti ini.






