Viral Opini ‘GARA-GARA KONFLIK DUA IBU, INDONESIA TERANCAM KELABU’

RUANGBICARA.co.id – Viral opini berbentuk utas di Twitter atau X yang ditulis oleh akun @DalamIstana Kamis, (19/10/2023). Utas ini mengungkapkan soal ketegangan politik Indonesia yang disebut gara-gara 2 tokoh (Ibu) yang saling bersinggungan.

Untuk lebih jelasnya, mari simak tulisan ini selengkapnya:

GARA-GARA KONFLIK DUA IBU, INDONESIA TERANCAM KELABU

Hai guys, tahu gak kalian. Pak Lurah vs Ibu Banteng ini sebenarnya dipengaruhi oleh ngamuknya Ibu Solo sama Ibu Banteng he he he. Kasihan banget ya kita, gara-gara konflik 2 Ibu, Indonesia jadi gonjang-ganjing.

Sebagai istri, sudah lama Ibu Solo mangkel sama Ibu Banteng yg sering bully Pak Lurah, suaminya. Meski Sang Suami pemimpin puncak kelurahan, Ibu Banteng sering ngebully di forum resmi, hanya gara2 label petugas partai.

Parahnya, pembullyan berulang ini bukan cuma di ruang tertutup. Tapi disiarkan lewat medsos, lewat media massa sehingga bisa disaksikan berulang2 oleh seluruh penduduk kelurahan.

Bayangin aja. Pak Lurah sudah tanya kapan Pak Uban dideklarasikan sebagai calon lurah dari Geng Banteng. Kata Ibu Banteng belum tahu. Eh, pas Pak Lurah pulang kampung, tiba2 Bu Banteng ngumumin Pak Uban. Terpaksa Pak Lurah balik lagi.

Betul, Pak Lurah utang jasa ke Ibu Banteng. Tapi kan sudah dibayar. Berapa hulubalang, penasehat kelurahan dikasih ke orang2nya Ibu Banteng? Pak Lurah kasih ruang biar bidang2 di Kelurahan diolah sama orang2nya Ibu Banteng. Kurang bayar apa?

Sebagai istri, Ibu Solo masih bisa sabar, karena Pak Lurah yg minta. Tapi pas Ibu Banteng ngebully putra Ibu Solo, yang lagi jadi Ketua RT, cukup sudah. Ibu Solo ngamuk gara-gara putra kesayangnnya dikoyo2.

Kenapa sikap Ibu Solo beda? Gini, Pak Lurah itu jabatan tertinggi. Dibully gimanapun, habis menjabat ya pension. Tapi kalau Ketua RT masih bisa jadi Ketua RW, dan Pak Lurah.

Jadi, pembullyan Ibu Banteng ini dianggap Ibu Solo bukan cuma menghancurkan harkat dan martabat putra kesayangnnya, tapi juga masa depan Ketua RT.

Kali ini, Pak Lurah gagal menenangkan Ibu Solo. Dan akhirnya, Pak Lurah terpancing buat ngelawan Ibu Banteng. Toh, Pak Lurah paham, habis pensiun dia gak bakal dianggap sama Geng Banteng.

Makanya, Pak Lurah yang tadinya dukung Pak Uban, mulai berat ke Ayah. Dia berpikir buat memajukan anaknya, Pak RT buat jadi cawa Lurah-nya Ayah. Dan strategi taktikpun di mainkan, yg bikin geng banteng langsung sakit perut.

Jadi, kalau sekarang Pak Lurah dan Pak RT berpaling dari Geng Banteng, ya salah Ibu Banteng sendiri. Cuma kasihan banget ya kita, masak gara2 2 Ibu berantem, satu kelurahan gonjang-ganjing?

Baca juga: Jokowi Dibalik Putusan MK Batas Usia Capres-Cawapres

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar