“Iskemia itu orang akan merasa kesakitan. Dan akibat dari rasa sakit dan ngeri itu, ujung-ujungnya bisa meninggal,” tegasnya.
Ia juga menyinggung bahwa kasus meninggalnya salah satu influencer, Lula Lahfah, diduga memiliki keterkaitan dengan faktor tersebut, meski masih dalam tahap evaluasi lebih lanjut.
“Dan dampaknya walaupun masih dievaluasi sekarang, tapi saya kira salah satu influencer (Lula Lahfah) yang meninggal itu salah satunya faktor itu. Karena pada saat nitrate oksigennya menurun, oksigen yang terkoneksinya berkurang, terjadi iskemia. Iskemia itu orang akan merasa kesakitan,” imbuh Taruna.
Menyikapi kondisi ini, BPOM menegaskan akan meningkatkan pengawasan terhadap peredaran dan penyalahgunaan nitrous oxide, termasuk Whip Pink, yang saat ini tengah viral.
“BPOM punya atensi besar terhadap nitrous oxide, termasuk Whip Pink,” kata Taruna.
Dalam pelaksanaannya, BPOM tidak akan bekerja sendiri. Taruna memastikan pihaknya akan berkoordinasi lintas lembaga, mulai dari Badan Narkotika Nasional (BNN), Kepolisian, hingga Kementerian Kesehatan, terutama terkait aturan penggunaan dan pengawasannya.
BACA JUGA: Industri di Bawah BPOM Sumbang Rp6.000 Triliun, Ekonomi Bisa Tumbuh 8 Persen
“Kita akan kerja sama, tentu dengan BNN, Kepolisian, dan Kementerian Kesehatan yang berkaitan dengan aturan pemakaiannya. Ini yang akan kita lakukan, karena ini sedang viral,” pungkasnya.






