Maruarar memberikan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung proses relokasi ini, terutama dalam meyakinkan warga untuk pindah ke tempat tinggal yang lebih layak.
Bey Mahmudin, Penjabat Gubernur Jawa Barat, menjelaskan bahwa sebanyak 98 kepala keluarga (KK) atau 384 jiwa mengikuti program relokasi ini. Dari jumlah tersebut, 48 KK menempati Rusun Rancaekek, sedangkan 50 KK lainnya pindah ke Rusun Solokan Jeruk.
Komitmen Pemerintah
Program relokasi ini menjadi salah satu bukti komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Upaya ini juga didukung dengan fasilitas tambahan yang disediakan di rusun, seperti pelatihan keterampilan dan dukungan lainnya, guna memastikan warga dapat menjalani kehidupan yang lebih baik di tempat tinggal baru mereka.
BACA JUGA:Â Menteri PU dan Menko Infrastruktur Tinjau Tol Klaten-Prambanan
Langkah relokasi ini diharapkan menjadi contoh bagi penanganan kawasan tidak layak huni di berbagai daerah lainnya.






