Meski demikian, Airlangga menilai ekonomi Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang relatif kuat. Ia menekankan bahwa laju pertumbuhan nasional masih berada di atas rata-rata pertumbuhan global yang diperkirakan sekitar 3,4 persen.
“Tapi kalau kita lihat, angka itu masih di atas pertumbuhan global rata-rata. Pertumbuhan global rata-rata di 3,4%,” tuturnya.
Airlangga juga menyebut bahwa World Bank memiliki metodologi tersendiri dalam menyusun proyeksi ekonomi. Namun, ia tetap optimistis terhadap kinerja ekonomi nasional, terutama dengan mempertimbangkan realisasi pertumbuhan pada kuartal I 2026 yang dinilai solid.
“Masalah proyeksi, mereka punya perkiraan tersendiri. Tetapi dalam berbagai hal, hasil kita sering lebih baik daripada prediksi mereka,” ujarnya.
BACA JUGA: WFH ASN Mulai Berlaku Hari Ini, Cek Aturannya di Sini
Sebelumnya, laporan World Bank juga menyoroti sejumlah faktor penekan, mulai dari tingginya harga energi global hingga meningkatnya volatilitas pasar keuangan. Namun demikian, dukungan dari sektor ekspor komoditas dan investasi domestik masih menjadi penopang utama daya tahan ekonomi Indonesia di tengah perlambatan global.






