RUANGBICARA.co.id, Banjarbaru — Integrasi peternakan sapi ke dalam perkebunan kelapa sawit diyakini mampu memberikan manfaat ganda.
Selain dapat meningkatkan produksi daging nasional, pola ini juga dinilai efektif dalam menekan biaya pemeliharaan kebun. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong penerapan Sistem Integrasi Sapi-Kelapa Sawit (SISKA) secara lebih luas, khususnya di Kalimantan Selatan.
BACA JUGA: Kemendikdasmen: Semua Sekolah Wajib Terima Siswa Berkebutuhan Khusus
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan, Suparmi, menjelaskan bahwa kelapa sawit merupakan salah satu komoditas strategis daerah yang menopang perekonomian lokal. Menurutnya, pemanfaatan lahan sawit sebagai area penggembalaan sapi akan membantu mempercepat tercapainya swasembada daging.
“Kami berinisiatif memanfaatkan semua sumber daya lahan secara maksimal, baik itu lahan perkebunan, tanaman pangan, lahan pemutaran yang bisa digunakan untuk pangan, maupun lahan bekas tambang,” ujar Suparmi dalam Focus Group Discussion di Kantor Disbunnak Kalsel, Kamis (7/8/2025).












