RUANGBICARA.co.id, Jakarta – Nama Muhammad Ainul Yakin, Ketua GP Ansor DKI Jakarta, mendadak jadi sorotan publik.
Sebuah video orasinya di depan kantor Trans7, Jakarta, pada Senin (20/10/2025), viral dan menuai kontroversi. Dalam video tersebut, Ainul Yakin terdengar menyampaikan pernyataan keras yang diduga mengandung ancaman.
Berikut lima fakta penting yang perlu diketahui publik di balik kasus viral ini.
BACA JUGA: Isu Pisah Ranjang Clara Shinta Makin Menguat karena Tiga Spekulasi Ini
1. Video Orasi
Awal kontroversi bermula dari aksi protes GP Ansor dan Banser DKI Jakarta di depan kantor Trans7 pada 16 Oktober 2025. Aksi itu dipimpin langsung oleh Muhammad Ainul Yakin sebagai bentuk penolakan terhadap program “Xpose Uncensored” yang dianggap menyinggung kalangan pesantren dan ulama NU.
Namun, dalam orasi tersebut, terdengar potongan kalimat bernada ancaman seperti, “Gorok leher karyawan Trans7, halal darahnya dan hanguskan kantor ini,” jika ada pihak yang menghina ulama Nahdlatul Ulama.
Video tersebut kemudian diunggah oleh akun @gpansormenteng pada 17 Oktober 2025, dan langsung menjadi perbincangan luas di media sosial.
2. Jabatan Ganda
Selain menjabat sebagai Ketua GP Ansor DKI Jakarta, Muhammad Ainul Yakin ternyata juga memiliki posisi penting di PT TransJakarta, sebuah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov DKI Jakarta.
Ia dilantik sebagai Komisaris PT TransJakarta pada Agustus 2025, hanya beberapa bulan sebelum aksi kontroversial itu terjadi. Fakta ini menambah sorotan publik, karena posisinya sebagai pejabat publik dinilai harus menjaga etika dan netralitas.
3. Latar Belakang
Meski kini tengah diterpa kritik, Ainul Yakin dikenal memiliki rekam jejak akademik yang kuat. Ia menyelesaikan gelar doktor bidang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir di Institut PTIQ Jakarta pada tahun 2024.
Selain itu, ia juga menjabat sebagai Tenaga Ahli Menteri Agama Republik Indonesia periode 2024–2029. Sebelumnya, Ainul merupakan kader Partai Golkar dan sempat mencalonkan diri sebagai anggota legislatif, meski gagal melenggang ke Senayan.












