Jakarta – Industri kecil dan menengah (IKM) komponen otomotif di Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan besar, terutama akibat dampak ekonomi global yang semakin kompleks. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah Indonesia menggandeng Jepang untuk menguji coba teknologi canggih guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor otomotif dalam negeri.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita, menjelaskan bahwa IKM komponen otomotif harus menghadapi beragam tantangan yang muncul akibat situasi perekonomian global.
Oleh karena itu, pelaku IKM dituntut untuk berinovasi serta meningkatkan efisiensi, salah satunya melalui penerapan teknologi dan digitalisasi.
“Seiring dengan kondisi tersebut, IKM komponen otomotif harus memenuhi QCD (Quality, Cost, and Delivery) yang dipersyaratkan. Oleh karena itu, kerja sama dan kolaborasi sangat diperlukan agar pembinaan IKM dapat berjalan secara sinergi, efektif, dan berkelanjutan,” ujar Dirjen IKMA dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (25/4/2025).
Sebagai bagian dari upaya ini, salah satu bentuk kolaborasi yang telah dilakukan oleh Kementerian Perindustrian adalah melalui program Automotive Industry Development yang dijalin bersama Japan International Cooperation Agency (JICA). Program ini, yang diluncurkan pada 25 Februari 2025, bertujuan untuk mendukung perkembangan IKM otomotif Indonesia.






