Jakarta – Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, putra dari mantan Wakil Presiden RI ke-6, Jenderal (Purn) Try Sutrisno, menjadi perhatian publik setelah dirinya dimutasi dari jabatannya sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I). Mutasi ini diketahui diumumkan Panglima TNI pada Selasa, 29 April 2025.
Sebelumnya, sang ayah, Try Sutrisno, bersama Forum Purnawirawan TNI, menyampaikan delapan tuntutan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Salah satu tuntutan tersebut adalah evaluasi terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hal ini memicu spekulasi publik bahwa mutasi Letjen Kunto berkaitan dengan aksi sang ayah yang menuntut pencopotan Gibran.
BACA JUGA:Â Bisakah Gibran Dicopot? Ini Peluang Nyata dari Desakan 103 Purnawirawan TNI
Karier Cemerlang
Meski begitu, Letjen Kunto dikenal sebagai sosok jenderal dengan karier militer yang cukup cemerlang. Pria kelahiran Malang, 15 Maret 1971 itu, merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1992 dari kecabangan infanteri. Ia juga pernah menjadi teman seangkatan Letjen Maruli Simanjuntak.
Sebelum menjabat Pangkogabwilhan I sejak 7 Januari 2025, Letjen Kunto sempat menduduki berbagai posisi penting, seperti Pangdam III/Siliwangi, Wakil Komandan Kodiklat TNI, dan Panglima Divisi Infanteri 3 Kostrad.
Namun, jabatan sebagai Pangkogabwilhan I hanya bertahan empat bulan. Kini, berdasarkan mutasi terbaru, Letjen Kunto menjabat sebagai Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Hal ini menambah spekulasi bahwa mutasi tersebut merupakan bentuk imbas dari tindakan politik ayahnya.
Letjen Kunto juga tercatat pernah mengikuti berbagai pendidikan militer, termasuk Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat pada 2007 dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) pada 2018. Ia juga menerima sejumlah penghargaan seperti Bintang Yudha Dharma Pratama, Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, hingga badge dari Angkatan Darat Malaysia dan Amerika Serikat.






