RUANGBICARA.co.id, Jakarta – Pemerintah memastikan komitmennya dalam memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sedikitnya ada Rp130 triliun untuk pelaksanaan Kredit Program Perumahan (KPP) pada 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran jumbo sebesar Rp130 triliun untuk pelaksanaan Kredit Program Perumahan (KPP) pada 2026. Dia menargetkan realisasi tahap awal program pembiayaan rumah dengan bunga rendah itu dapat mencapai Rp28 triliun pada kuartal I 2026.
BACA JUGA: Indonesia Mau Impor Kedelai dari AS Gara-gara Tarif Trump, Swasembada Terancam? Ini Kata Airlangga
“Rp130 triliun yang perumahan jadi ini nantinya akan menjadi on top. Tetapi tahap awal yang kami harapkan bisa selesai pada kuartal I adalah sekitar Rp28 triliun,” ujarnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (19/11/2025).
Airlangga meminta bank-bank penyalur, terutama perbankan BUMN, menyiapkan strategi penyaluran KPP. Selain itu, dukungan Danantara serta KP BUMN dinilai penting untuk memastikan kesiapan sistem perbankan dalam menjalankan program ini.
“Karena ini program baru, tentu perlu ada rapat lanjutan,” ujarnya.






