RUANGBICARA.co.id – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan pelemahan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (5/5/2026). Mata uang Garuda bahkan menembus level psikologis baru di tengah tekanan eksternal yang semakin kuat.
Berdasarkan data Google Finance, hingga pukul 10.10 WIB, rupiah tercatat melemah 0,23% ke posisi Rp17.430 per dolar AS. Angka ini lebih dalam dibandingkan posisi pembukaan perdagangan yang berada di level Rp17.380 per dolar AS.
BACA JUGA:Â Ini 4 Instruksi Tegas Kemenag Usai Dugaan Kekerasan Seksual di Pesantren Pati
Pelemahan tersebut sekaligus menandai rekor intraday terlemah sepanjang sejarah bagi rupiah, setelah sebelumnya level penutupan terendah tercatat pada Senin (4/5/2026) di Rp17.365 per dolar AS. Dengan demikian, tekanan terhadap rupiah terus berlanjut dalam beberapa hari terakhir.
Sentimen global menjadi salah satu faktor utama yang menekan mata uang domestik. Penguatan dolar AS terjadi seiring meningkatnya permintaan investor terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik, khususnya eskalasi konflik di Timur Tengah.






