Prabowo Belum Tetapkan Darurat Nasional untuk Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, Ini Alasannya

RUANGBICARA.co.id, Jakarta – Pemerintah pusat menegaskan belum menetapkan status darurat nasional dalam penanganan bencana di wilayah terdampak di Sumatra Utara. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah mempercepat pengiriman bantuan bagi warga, khususnya di daerah yang masih terisolasi.

Penegasan tersebut disampaikan Presiden usai meninjau posko pengungsian di GOR Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada Senin (1/12/2025). Dalam kesempatan itu, Prabowo juga berinteraksi langsung dengan para penyintas untuk memastikan kebutuhan mendesak dapat segera terpenuhi.

BACA JUGA: Target Ekonomi RI 8 Persen, Purbaya Sebut Langkah Prabowo “A Good Start” Menuju Negara Maju

“Kita sekarang prioritas bagaimana bisa segera kirim bantuan-bantuan yang mungkin diperlukan. Pertama, BBM yang sangat penting, listrik sebentar lagi saya kira bisa dibuka semuanya. Ada beberapa desa yang terisolasi, insyaallah kita bisa tembus,” ujar Presiden di Bandara Raja Sisingamangaraja XII, Tapanuli Utara, dikutip Selasa (2/12/2025).

Presiden juga mengapresiasi seluruh unsur yang telah bergerak cepat sejak awal kejadian. Menurutnya, respons BNPB, TNI, Polri, serta berbagai instansi lain berjalan sigap dan terkoordinasi.

“Saya sampaikan penghargaan, terima kasih kepada semua instansi yang bekerja keras. BNPB reaksinya cukup cepat, TNI sangat cepat, Polri juga cepat,” kata Prabowo.

Untuk mempercepat distribusi bantuan, pemerintah telah mengerahkan berbagai armada udara, mulai dari helikopter hingga pesawat angkut berat seperti Hercules. Presiden memastikan seluruh sumber daya yang dibutuhkan akan terus digerakkan demi mempercepat proses penanganan.

“Insyaallah dengan teamwork yang baik, kita bisa segera menghadapi musibah ini, segera memberi solusi-solusi atas kesulitan rakyat,” ujarnya.

Selain itu, perbaikan kondisi cuaca turut membantu mobilisasi bantuan di lapangan. Namun, Presiden menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dalam menghadapi ancaman perubahan iklim yang semakin nyata.

“Perubahan iklim kita harus hadapi dengan baik. Pemerintahan harus benar-benar berfungsi menjaga lingkungan dan mengantisipasi kondisi di masa depan. Daerah-daerah semuanya harus siap,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *