Konflik AS–Venezuela Memanas, Menkeu Purbaya: Pasar Saham RI Justru Menguat

RUANGBICARA.co.id, Jakarta – Konflik geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela dinilai tidak memberikan tekanan signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut respons pasar keuangan domestik justru menunjukkan sinyal positif di tengah meningkatnya tensi kedua negara tersebut.

Purbaya mengungkapkan, pergerakan pasar saham Indonesia tidak mencerminkan kekhawatiran berlebihan atas eskalasi konflik AS–Venezuela. Sebaliknya, pasar justru mengalami penguatan, menandakan pelaku pasar memandang risiko konflik tersebut relatif terbatas bagi Indonesia.

BACA JUGA: Strategi Purbaya Genjot Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen di 2026

“Kalau saya lihat sih agak jauh, kalau Anda lihat pasar saham kan malah naik kan, jadi mereka melihat justru sedikit positif kan, agak aneh sebenarnya. Tapi itu yang dilihat pasar,” kata Purbaya, Selasa (6/1/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya menanggapi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh otoritas AS yang memicu eskalasi ketegangan geopolitik. Meski demikian, ia menilai dampak konflik tersebut terhadap Indonesia masih minim, baik dari sisi ekonomi makro maupun stabilitas pasar keuangan.

Menurut Purbaya, Venezuela sudah lama tidak memiliki peran strategis dalam pasar minyak global. Kapasitas produksi minyak negara Amerika Latin itu juga relatif terbatas, sehingga gangguan geopolitik yang terjadi tidak berpengaruh besar terhadap pasokan minyak dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *