KH Husein Ilyas Ungkap Amalan-Amalan Penting Bulan Syaban untuk Bekal Akhirat

RUANGBICARA.co.id – Salafiyyah Al-Misbar Karangnongko, Mojokerto, KH Husein Ilyas atau Mbah Yai Khusein, mengungkapkan pentingnya menghidupkan bulan Syaban, khususnya malam Nisfu Sya’ban, dengan berbagai amalan ibadah sebagai bekal kehidupan akhirat. Menurut beliau, malam Nisfu Sya’ban merupakan salah satu malam istimewa yang memiliki kedudukan besar dalam Islam.

Kiai sepuh ini menjelaskan bahwa malam Nisfu Sya’ban adalah malam penentuan catatan amal manusia untuk satu tahun ke depan. Pada malam tersebut, catatan amal, rezeki, dan umur manusia diserahkan oleh Allah SWT kepada para malaikat.

BACA JUGA: Menyambut Bulan Suci Ramadhan: Persiapan dan Amalan Sebagai Umat Islam

“Orang yang menghidupkan malam Nisfu Sya’ban dengan mengaji dan ibadah, maka dirinya beserta keluarganya akan mendapatkan keberkahan dan perlindungan,” tutur KH Husein Ilyas dalam ceramahnya, dikutip dari kanal YouTube Kepepet mepet, Rabu (21/1/2026).

Beliau menegaskan bahwa amalan-amalan yang dilakukan pada malam Nisfu Sya’ban sangat diperhatikan oleh para malaikat. Bahkan, mereka yang bersungguh-sungguh beribadah pada malam tersebut akan dinaungi oleh para malaikat dan mendapat penjagaan langsung dari Allah SWT.

Amalan Utama Malam Nisfu Sya’ban

Dalam penjelasannya, KH Husein Ilyas menyebutkan sejumlah amalan yang sangat dianjurkan untuk diamalkan pada malam Nisfu Sya’ban. Amalan tersebut antara lain membaca Al-Qur’an, khususnya Surat Yasin, melaksanakan shalat hajat, shalat tasbih, shalat taubat, memperbanyak istighfar, serta memanjatkan doa dengan penuh kesungguhan.

Beliau menekankan pembacaan Surat Yasin sebanyak tiga kali dengan niat yang berbeda-beda. Bacaan pertama diniatkan agar diberikan panjang umur dalam ketaatan kepada Allah SWT. Bacaan kedua diniatkan untuk memohon kelapangan rezeki dan dijauhkan dari berbagai kesulitan hidup. Sementara bacaan ketiga diniatkan agar diberikan husnul khatimah serta keteguhan iman hingga akhir hayat.

KH Husein Ilyas juga mengingatkan bahwa rezeki yang terasa sempit, hutang yang memberatkan, dan kehidupan yang penuh tekanan sering kali bersumber dari hati yang tidak bersih serta kurangnya kedekatan kepada Allah.

“Kalau hati kita sempit, hidup juga terasa sempit. Tapi kalau hati kita dibuka oleh Allah, maka kesulitan akan terasa ringan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *