Jakarta Dikepung Banjir! Sejumlah Pintu Air Naik ke Status Bahaya, Ini Titik-Titik Terparahnya Hari Ini

RUANGBICARA.co.id, Jakarta – Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang mengguyur Jakarta sejak dini hari menyebabkan banjir dan genangan air di sejumlah wilayah ibu kota, Jumat (23/1/2026). Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya debit air di sejumlah aliran sungai yang membuat beberapa pintu air naik ke status Siaga, Waspada, bahkan Bahaya.

Berdasarkan data pemantauan laman resmi Pantau Banjir Jakarta, wilayah aliran barat dan sebagian aliran tengah menjadi titik yang paling terdampak. Sejumlah pos pengamatan menunjukkan kenaikan signifikan tinggi muka air sejak pagi hari.

BACA JUGA: Profil 6 Perusahaan yang Izinnya Dicabut Prabowo Usai Banjir dan Longsor di Sumatera

Daftar Titik Banjir

Sejumlah pintu air dan pos pengamatan yang mengalami peningkatan debit air antara lain:

  • Pos Angke Hulu (Aliran Barat) berstatus Bahaya, dengan tinggi muka air mencapai 380–390 cm sejak dini hari.

  • Kampung Gusti (Aliran Barat) juga berada pada status Bahaya, dengan ketinggian air berkisar 180–205 cm.

  • Cengkareng Drain (Aliran Barat) tercatat berstatus Bahaya, dengan tinggi muka air mencapai 369 cm.

  • Manggarai BKB (Aliran Tengah) berstatus Waspada, dengan tinggi muka air berada di kisaran 785–800 cm.

  • PA Karet (Aliran Tengah) berada pada status Siaga, dengan tinggi muka air 560–590 cm.

  • HEK PGC dan Pos Sunter Hulu (Aliran Timur) terpantau Siaga hingga Waspada, dengan tinggi muka air di atas 230 cm.

Sementara itu, beberapa pos pengamatan lainnya seperti Bendung Katulampa, Pos Depok, Pos Krukut Hulu, dan Waduk Pluit masih berada dalam kondisi Normal.

Selain pantauan pintu air, genangan air juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah permukiman dan ruas jalan di Jakarta. Ketinggian genangan bervariasi antara 1 hingga 9 sentimeter, tersebar di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat.

Beberapa lokasi yang tercatat mengalami genangan antara lain Kedoya Utara, Pinangsia, Kyai Tapa, Jelambar, Semanan, Bukit Duri, Kemang, Pengadegan, hingga Kampung Melayu. Genangan tersebut berpotensi mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *