RUANGBICARA.co.id, Jakarta – Nama Iman Zanatul Haeri belakangan ramai diperbincangkan warganet setelah terlibat perdebatan terbuka dengan konten kreator Ferry Irwandi terkait isu gaji guru honorer. Polemik tersebut sempat memicu ketegangan di ruang publik sebelum akhirnya berujung pada perdamaian dan kesepakatan untuk berkolaborasi demi memperjuangkan kesejahteraan guru di Indonesia.
Alhasil, peristiwa itu membuat publik penasaran dengan sosok Iman Zanatul Haeri, terutama karena keberaniannya mengkritik Ferry Irwandi meski sempat menjadi sasaran serangan warganet yang membela sang kreator.
BACA JUGA:Â Usai Videonya Viral dengan Aura Cinta, Guru Ini Sebut Dedi Mulyadi Tidak Mendidik
Lantas, siapakah sebenarnya Iman Zanatul Haeri?
Profil Iman Zanatul Haeri
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, Iman Zanatul Haeri dikenal sebagai Kepala Bidang Advokasi Guru Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G).
Iman Zanatul Haeri lahir di Pandeglang pada 5 Januari 1991. Ia merupakan lulusan SMA Negeri 1 Pandeglang tahun 2005. Pendidikan tingginya ditempuh di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dengan mengambil Pendidikan Sejarah, sebelum kemudian melanjutkan studi Magister Pendidikan (M.Ed) Pendidikan Sejarah di kampus yang sama dan lulus pada 2023.
Ia dikenal sebagai guru sejarah sekaligus aktivis pendidikan yang konsisten menyuarakan persoalan ketimpangan kesejahteraan guru, khususnya guru honorer.
Saat ini, Iman aktif mengajar sebagai guru sejarah di Madrasah Aliyah (MA) Al-Tsaqafah, sebuah sekolah yang didirikan KH. Said Aqil Siradj, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus pengasuh pondok pesantren Al-Tsaqafah.
Rekam Jejak
Selain mengajar di MA Al-Tsaqafah, Iman Zanatul Haeri juga pernah mengajar di Al Azhar Islamic School Indonesia. Ia juga memiliki pengalaman mengajar di Hellomotion High School serta di Said Aqil Siradj Foundation.
Di luar dunia pendidikan formal, Iman menjabat sebagai Kepala Bidang Advokasi Guru P2G sejak 2020. Dalam perannya tersebut, ia fokus pada isu kesejahteraan guru honorer, beban kerja guru, serta kejelasan status aparatur sipil negara (ASN).
Sebagai aktivis pendidikan, Iman dikenal vokal mengkritik kebijakan yang dinilai merugikan guru. Ia aktif menolak politisasi sekolah, mengkritisi regulasi Bantuan Operasional Sekolah (BOS), serta memperjuangkan kesetaraan status dan upah guru honorer.
Menurut Iman, persoalan guru bukan semata kesalahan individu, yayasan, atau pemerintah daerah, melainkan mencerminkan persoalan kepemimpinan nasional dalam tata kelola pendidikan.
Selain advokasi lapangan, Iman juga aktif menyuarakan keresahan guru melalui media sosial, di antaranya Instagram @imanzanatul91, X/Twitter @zanatul_91, dan Facebook Iman Zanatul Haeri (@iman.z.haeri). Kiprahnya menjadikan Iman sebagai salah satu figur penting dalam diskursus kesejahteraan guru di Indonesia.






