RUANGBICARA.co.id, Jakarta — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan pentingnya kolaborasi erat antara academia, business, dan government (ABG) sebagai kunci percepatan pertumbuhan ekonomi nasional menuju target ambisius 8 persen. Konsep yang disebut sebagai segitiga emas ABG ini dinilai mampu menjembatani inovasi, industri, dan regulasi agar bergerak selaras.
“Kolaborasi jauh lebih kuat dibandingkan kompetisi. Jika akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah bekerja bersama, kita bisa menciptakan transformasi besar yang berdampak langsung pada masyarakat dan ekonomi nasional,” ujar Taruna Ikrar Kepala BPOM dalam seminar internasional dan seminar nasional yang menghadirkan narasumber lintas sektor ABG, baik dari tingkat nasional maupun internasional di Aula Gedung Bhineka Tunggal Ika, Kantor BPOM, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).
BACA JUGA: Langkah BPOM Diapresiasi Menteri PPPA
Taruna memaparkan, Indonesia memiliki basis industri yang sangat besar, terutama di sektor pangan, obat, dan kosmetik. Tercatat, jutaan pelaku usaha bergerak di sektor tersebut dengan nilai ekonomi yang mencapai ratusan miliar dolar AS.
“Di sisi bisnis, kita melihat kekuatan finansial yang sangat besar. Namun, tanpa inovasi dan standarisasi yang kuat, industri bisa tertinggal. Kita belajar dari banyak contoh global, ketika perusahaan besar runtuh karena gagal berinovasi,” jelasnya.
Menurut Taruna, industri membutuhkan dukungan riset dari akademisi serta kepastian regulasi dari pemerintah agar inovasi bisa dikomersialisasikan secara berkelanjutan dan aman bagi masyarakat.
Di sisi lain, Taruna menyoroti dunia akademik sebagai pusat lahirnya gagasan dan inovasi. Namun, keterbatasan pendanaan dan fasilitas sering kali menjadi hambatan utama.
“Kampus adalah tempat lahirnya ide-ide besar. Tapi kita tidak bisa menutup mata, ada keterbatasan finansial dan fasilitas. Di sinilah peran industri dan pemerintah menjadi sangat penting,” katanya.
Ia menilai, selama ini hubungan pemerintah dengan akademisi sudah cukup kuat, begitu pula pemerintah dengan industri. Namun, relasi antara akademisi dan dunia usaha masih memerlukan jembatan yang lebih kokoh.
Bangun Jembatan Akademi dan Bisnis
Dalam konteks tersebut, BPOM mengambil peran strategis sebagai penghubung. Melalui penguatan regulasi, standardisasi, serta percepatan sertifikasi, BPOM berupaya memastikan inovasi dari kampus dapat masuk ke industri dan menembus pasar global.






