RUANGBICARA.co.id – Puasa Senin-Kamis bukan sekadar ibadah sunah biasa. Di balik amalan yang rutin dilakukan Rasulullah SAW ini, tersimpan rahasia besar berupa limpahan ampunan Allah SWT dan perbaikan hubungan antarsesama manusia. Hal ini disampaikan langsung oleh Buya Yahya, pengasuh Lembaga Pengembangan Da’wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Cirebon.
Dalam salah satu kajiannya di kanal YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menegaskan bahwa puasa pada hari Senin dan Kamis termasuk sunah yang sangat dikuatkan (sunah muakkadah). Rasulullah SAW secara konsisten menjalankan puasa di dua hari tersebut.
BACA JUGA: Rahasia Puasa Dzulhijah: Niat dan Cara yang Jarang Diketahui, Plus Keutamaannya
Alasan Rasulullah SAW
Buya Yahya mengutip riwayat dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah SAW berpuasa pada hari Senin dan Kamis. Ketika ditanya alasan beliau melakukan puasa di dua hari itu, Rasulullah menjelaskan bahwa hari Senin dan Kamis adalah waktu di mana Allah SWT membuka pintu ampunan bagi hamba-hamba-Nya.
“Allah Maha Pengasih dan Maha Pengampun, dan pada hari-hari tertentu, termasuk Senin dan Kamis, Allah membagi-bagikan ampunan kepada setiap Muslim,” ujar Buya Yahya, dikutip Minggu (1/2/2026).
Selain itu, dalam riwayat lain disebutkan bahwa amal perbuatan manusia disodorkan kepada Allah pada hari Senin dan Kamis. Rasulullah SAW pun ingin amalnya disampaikan dalam keadaan sedang berpuasa.
Hari Ampunan
Meski Allah SWT melimpahkan ampunan pada hari Senin dan Kamis, Buya Yahya mengingatkan bahwa tidak semua hamba mendapatkannya. Ada golongan yang terhalang dari ampunan tersebut, yakni dua orang yang saling bermusuhan dan tidak mau bertegur sapa (hajr).
Permusuhan yang dilandasi kebencian, kedengkian, dan dendam—terlebih dengan sesama Muslim atau saudara sendiri—menjadi penghalang turunnya ampunan Allah. Bahkan, orang yang rajin salat, banyak puasa, dan giat beribadah bisa saja tidak mendapatkan ampunan jika masih memutus tali persaudaraan.
“Allah berfirman agar mereka dibiarkan sampai berdamai,” jelas Buya Yahya, menekankan pentingnya menyelesaikan konflik dan memperbaiki hubungan antarmanusia.






