KIAMAT ENERGI? Selat Hormuz Dikunci Iran, Pakar Timur Tengah Bongkar Skenario ‘Jebakan’ Amerika-Israel

RUANGBICARA.co.id – Situasi di Timur Tengah telah mencapai titik didih. Keputusan Iran untuk menutup Selat Hormuz bukan main-main. Bayangkan, sekitar 20% pasokan minyak mentah dunia setiap harinya bergantung pada celah sempit tersebut. Begitu jalur ini terkunci, guncangan ekonomi global tinggal menunggu waktu.

Pakar Timur Tengah, Pizaro Gozali Idris menegaskan bahwa dalam posisi ini, Indonesia dan banyak negara dunia lainnya tidak bisa berbuat banyak. Selat Hormuz adalah jalur distribusi yang nyaris tak tergantikan secara instan.

BACA JUGA: Mantan Atasan Beberkan Sisi Asli Presiden Prabowo di Medan Tempur

“Indonesia tidak terlalu bisa berbuat banyak karena 20% penjualan minyak mentah lewat jalur sana,” ujar Pizaro saat diwawancara di acara tv swasta Selasa, (3/3/2026).

Meski ada alternatif melalui Terusan Suez, namun kapasitas dan efisiensinya tidak bisa menandingi kelancaran Hormuz. Jika penutupan ini berlangsung lama, kenaikan harga BBM di dalam negeri bukan lagi sekadar ancaman, melainkan kepastian.

Hal yang paling menarik dari analisis Pizaro adalah sudut pandangnya mengenai serangan balasan Iran ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Alih-alih melemahkan AS, serangan ini justru dinilai bisa menguntungkan posisi politik dan militer AS-Israel.

Pizaro mencurigai adanya skenario “pancingan”. Strategi ini mirip dengan gerakan catur di mana lawan sengaja dibiarkan menyerang untuk memberikan legitimasi bagi serangan balik yang jauh lebih besar dan mematikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *