Kriteria Global: Mencari keberadaan hilal di mana saja di seluruh dunia. Pada tanggal yang sama, hilal diprediksi sudah memenuhi kriteria di wilayah Alaska. Ditambah syarat ijtima sebelum fajar di Selandia Baru, hal inilah yang mendasari penetapan awal Ramadan pada Rabu, 18 Februari.
Hal yang paling menarik sekaligus menantang dari pernyataan Prof. Thomas adalah prediksinya mengenai masa depan kalender Islam di Indonesia. Ia menyebutkan bahwa mulai tahun ini, potensi perbedaan akan semakin sering terjadi.
“Dalam 30 tahun yang saya teliti, hanya ada 2 tahun yang tidak ada perbedaan antara Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha,” ungkap Thomas. Bahkan, dalam empat tahun ke depan, kemungkinan besar awal puasa dan hari lebaran akan terus mengalami perbedaan tanggal antara yang menggunakan kriteria lokal dan global.
Menanggapi hal ini, Thomas Djamaluddin dan pihak otoritas menekankan pentingnya kedewasaan dalam beragama. Rukyatul hilal yang tetap dilakukan pemerintah bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk layanan kepada umat untuk membuktikan secara ilmiah apakah hilal benar-benar tidak terlihat.
BACA JUGA: Miris! Hendak Berobat, Warga Pandeglang Ditandu 4 Km Karena Jalan Rusak Parah
Pada akhirnya, perbedaan ini adalah bagian dari kekayaan ijtihad di Indonesia. Baik memulai puasa di hari Rabu maupun Kamis, semangat persaudaraan dan penghormatan terhadap keyakinan masing-masing serta keputusan pemimpin (Ulil Amri) tetap menjadi kunci utama dalam menjaga kesejukan ibadah di bulan suci.












