Amnesia di Waktu yang Salah
Saat mencoba melarikan diri dari kejaran polisi dalam sebuah aksi kejar-kejaran mobil yang brutal, Moe mengalami kecelakaan hebat. Ia terbangun di rumah sakit dengan kondisi amnesia total. Ia tidak ingat wajahnya, tidak ingat kekasihnya yang sedang hamil, dan tidak ingat mengapa ada tas berisi uang jutaan dolar serta tumpukan narkoba di sampingnya.
Di sinilah letak ketegangannya. Moe harus bertahan hidup di jalanan New York yang keras hanya dengan mengandalkan insting bertahan hidup, sementara memori tentang siapa dirinya perlahan muncul kembali seperti kepingan puzzle berdarah.
Film ini bukan sekadar film aksi standar Hollywood. Ada beberapa alasan mengapa Killerman punya daya tarik tersendiri, salah satunya transformasi Liam Hemsworth. Lupakan citra tampan nan rapi. Di sini, Liam tampil dekil, penuh darah, dan menunjukkan sisi akting yang sangat emosional sebagai pria yang kehilangan identitas.
Selain penampilan Liam, film ini juga menggunakan gaya visual tahun 80-an yang kasar dan gelap, membuat atmosfer New York terasa sangat mencekam dan tidak bersahabat.
Bukan hanya pemain dan visual yang kuat, alur film ini juga patut mendapat atensi penonton karena penonton diajak ikut merasakan kebingungan Moe. Setiap kali satu rahasia terungkap, bahaya yang lebih besar justru mengintai di depan mata.
BACA JUGA: 4 Alasan Buku Broken Strings Karya Aurelie Moeremans Layak Dibaca
Killerman adalah sebuah perjalanan tentang sejauh mana seseorang bisa bertahan ketika dunianya runtuh. Ini bukan soal siapa yang memegang senjata paling besar, tetapi siapa yang paling cepat mengingat “siapa lawan dan siapa kawan” sebelum peluru menembus kepala.












