Apa Itu Omnivert? Tipe Kepribadian “Langka” yang Bisa Berubah 180 Derajat

RUANGBICARA.co.id – Istilah kepribadian terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap psikologi. Selain introvert dan ekstrovert, kini muncul istilah omnivert yang disebut-sebut sebagai tipe kepribadian “langka” karena mampu berubah drastis tergantung situasi.

Mengutip situs Simply Psychology, konsep omnivert merujuk pada individu yang berada di dua ujung spektrum kepribadian sekaligus—ekstroversi dan introversi—sebagaimana dijelaskan dalam Myers-Briggs Type Indicator (MBTI).

BACA JUGA: Mengenal Emotional Dysregulation, Sisi Psikologis di Balik Tragedi Mahasiswa UIN Suska Riau

Berbeda dengan ambivert yang berada di tengah, seorang omnivert bisa sepenuhnya menjadi introvert atau ekstrovert pada waktu yang berbeda.

Apa Itu Omnivert?

Secara sederhana, omnivert adalah individu yang mampu beralih secara ekstrem antara sifat introvert dan ekstrovert. Dalam satu situasi, mereka bisa sangat sosial, terbuka, dan penuh energi. Namun di situasi lain, mereka bisa berubah menjadi pendiam, tertutup, bahkan menghindari interaksi sosial.

Perubahan ini bukan sekadar penyesuaian ringan, melainkan bisa terasa seperti “berubah 180 derajat”. Hal ini membuat omnivert sering kali sulit dikenali karena perilakunya tidak selalu konsisten.

Ciri-Ciri Kepribadian Omnivert

1. Mudah Berpindah dari Satu Ekstrem ke Ekstrem Lain

Omnivert dikenal karena kemampuannya berpindah cepat antara sifat introvert dan ekstrovert. Mereka bisa sangat aktif dalam satu waktu, lalu menjadi sangat pendiam di waktu lain.

2. Menunjukkan Sifat Berbeda pada Orang yang Berbeda

Kepribadian omnivert sering menyesuaikan dengan lingkungan sosial. Saat berada di tengah orang introvert, mereka bisa menjadi lebih dominan. Sebaliknya, di tengah orang ekstrovert, mereka bisa memilih diam.

3. Perubahan Suasana Hati yang Cepat

Perubahan kepribadian ini sering diiringi dengan perubahan mood. Omnivert bisa tampak murung dan reflektif, lalu tiba-tiba menjadi sangat energik dan ceria.

4. Tetap Membutuhkan Waktu Sendiri

Meski mampu bersosialisasi dengan baik, omnivert tetap membutuhkan waktu sendiri untuk “mengisi ulang energi”, mirip dengan introvert.

5. Hasil Tes Kepribadian Tidak Konsisten

Dalam tes seperti MBTI, omnivert bisa mendapatkan hasil berbeda di waktu yang berbeda. Hal ini karena mereka memang tidak berada di satu titik tetap dalam spektrum kepribadian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *