Calon pendaftar harus memenuhi beberapa persyaratan, seperti memiliki sertifikat TOEFL atau TOAFL, berusia maksimal 40 tahun untuk jenjang S2 dan 45 tahun untuk jenjang S3, serta melengkapi dokumen administratif lainnya.
Kemenag mengajak santri, siswa, mahasiswa, guru, dosen, tenaga kependidikan, dan pegawai Kemenag untuk memanfaatkan kesempatan ini. Informasi lebih lanjut mengenai mekanisme pendaftaran dan persyaratan lengkap dapat diakses melalui laman resmi: www.beasiswa.kemenag.go.id.
BACA JUGA:Â Cegah Kemacetan di Merak, Kendaraan Pemudik Dialihkan ke Pelabuhan Indah Kiat
Secara garis besar, Beasiswa Indonesia Bangkit dan LPDP memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Namun, BIB lebih spesifik bagi keluarga besar Kemenag, sementara LPDP terbuka untuk seluruh masyarakat. Oleh karena itu, calon pendaftar disarankan untuk memahami perbedaan kedua program ini agar dapat memilih beasiswa yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.












