Bakal PHK 7.000 Karyawan, Inilah Sepak Terjang P&G yang Tak Banyak Diketahui Khalayak

Sejarah Singkat P&G

P&G didirikan pada 1837 oleh William Procter dan James Gamble di Cincinnati, Ohio. Awalnya mereka memproduksi lilin dan sabun. Saat Perang Saudara Amerika, P&G mendapat kontrak memasok sabun dan lilin untuk tentara Union. Ini membantu perusahaan berkembang pesat.

Sejak itu, P&G terus berinovasi. Mereka meluncurkan produk ikonik seperti sabun Ivory, deterjen Tide, sampo Head & Shoulders, dan popok bayi Pampers. Dulu, mereka juga menjual makanan dan minuman, tapi sekarang fokus pada produk perawatan pribadi dan rumah tangga.

Seiring waktu, P&G melakukan berbagai restrukturisasi. Pada 2014, mereka melepas sekitar 100 merek dan menyederhanakan portofolio menjadi 65 merek utama yang menyumbang 95% keuntungan. Pada 2005, P&G mengakuisisi Gillette, sehingga mendapat merek seperti Duracell dan Braun.

Dalam beberapa tahun terakhir, P&G melakukan divestasi beberapa lini bisnis dan menyesuaikan strategi pemasaran serta produksi agar bisa bersaing secara global.

Karena itu, langkah PHK ini menunjukkan bahwa perusahaan sebesar P&G pun tidak kebal terhadap tekanan ekonomi global dan kebijakan perdagangan yang tidak pasti. Perusahaan harus terus beradaptasi dan berinovasi agar tetap relevan.

BACA JUGA: Setelah Polemik PIK 2, Tangan Kanan Aguan Ali Hanafia Diduga Terseret Izin Tambang Nikel di Raja Ampat

Dengan pengurangan karyawan sekitar 6% dari total tenaga kerja, dunia dan pelaku industri FMCG akan mengamati bagaimana P&G mengelola masa depan bisnisnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *