Sebelumnya, polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan para pengunjuk rasa di dekat kampus sebuah universitas di Dhaka. Pihak berwenang juga memutus beberapa layanan internet seluler dalam upaya untuk membatasi demonstrasi.
Polisi juga menembakkan gas air mata untuk membubarkan mahasiswa yang melemparkan batu dan memblokir jalan raya di kota pelabuhan selatan Chittagong.
Pihak berwenang telah menutup semua universitas negeri dan swasta tanpa batas waktu sejak Rabu, 17 Juli. Polisi anti huru-hara dan pasukan paramiliter Penjaga Perbatasan telah dikirim ke kampus-kampus untuk menjaga ketertiban.
Pada 7 Agustus, Mahkamah Agung akan mendengar banding pemerintah terhadap putusan Pengadilan Tinggi yang memerintahkan pemulihan kuota pekerjaan tersebut. Hasina meminta para mahasiswa untuk bersabar hingga putusan tersebut keluar.
BACA JUGA: Donald Trump Ditembak Saat Kampanye di Pennsylvania, Pelaku Tewas
Kelompok-kelompok hak asasi manusia seperti Amnesty International, serta Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Amerika Serikat, mendesak Bangladesh untuk melindungi para pengunjuk rasa yang berdemonstrasi secara damai dari kekerasan.












