Bank BJB Ajak Perempuan Banten Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini

Perbedaan DPLK dan TASPEN

Lebih lanjut, Faiz menjelaskan perbedaan mendasar antara DPLK dan TASPEN. Menurutnya, TASPEN dan ASABRI memiliki segmen khusus, sedangkan DPLK bersifat terbuka.

“TASPEN itu khusus PNS dan pejabat negara. Sementara DPLK terbuka untuk semua lapisan masyarakat,” katanya.

Namun demikian, ia mengakui bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengenal DPLK. Oleh karena itu, Bank BJB terus menggencarkan sosialisasi ke berbagai komunitas, termasuk organisasi perempuan.

Dalam kesempatan tersebut, Bank BJB juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam perencanaan keuangan keluarga. Menurut Faiz, kesiapan dana pensiun sebaiknya dipikirkan sejak usia produktif.

“Harapannya, masyarakat lebih aware terhadap masa depan dan masa tua. Jangan menunggu pensiun baru bingung. Lebih baik disiapkan dari sekarang,” ujarnya.

Selain itu, DPLK tidak hanya ditujukan bagi mereka yang mendekati usia pensiun, melainkan sebagai investasi jangka panjang sejak dini.

Untuk mengikuti program DPLK, Faiz menyebutkan persyaratannya sangat sederhana. Calon peserta cukup berusia minimal 18 tahun dan menyiapkan dokumen dasar.

“Syaratnya hanya fotokopi KTP, KK, dan NPWP. Pendaftarannya bisa dilakukan di kantor Bank BJB mana pun,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPW PPLIPI Banten, Neng Siti Julaiha (NJ), menilai bahwa program DPLK dapat memperkuat anggota PPLIPI dan perempuan di Banten agar lebih berdaya secara ekonomi.

Menurutnya, PPLIPI Banten selama ini aktif membina UMKM, menyalurkan bantuan usaha, serta terlibat langsung membantu korban bencana banjir di sejumlah daerah.

Pada periode kedua kepengurusan, NJ menegaskan bahwa PPLIPI akan fokus pada konsolidasi internal dan penguatan struktur organisasi daerah. Setelah itu, program akan diarahkan pada pemberdayaan perempuan, khususnya di sektor UMKM dan ekonomi kreatif.

BACA JUGA: Muswil I PPLIPI Banten Jadi Momentum Penguatan Perempuan Lintas Profesi

“Banten memiliki potensi wisata yang besar. UMKM, terutama kuliner, bisa kita tingkatkan agar perempuan lebih mandiri,” pungkas dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed