Banyak Pejabat KKP yang Lambat, Menteri Trenggono Akan Evaluasi

Menteri Trenggono mendapatkan kabar bahwa respon pejabat eselon I yang sangat lambat tentang adanya dukungan pembiayaan perluasan kawasan konservasi. Padahal surat sudah diedarkan sejak seminggu lalu.

“Sudah disampaikan ke seluruh jajaran Eselon I yang terkait, tapi responnya hampir tidak ada. Saya mendengar jadi hati-hati nih kemarin saya sudah bilang, kali ini satu hari saya sampaikan seminggu tidak ada jawaban saya masukin ke dalam kotak,” tegasnya.

Kemudian untuk kebijakan program kedua yaitu Penangkapan Ikan Terukur (PIT). Menteri Trenggono menilai PIT harus dilakukan menuju ke penurunan kuota supaya biota kelautan bisa terjaga dengan baik.

Program ke tiga yaitu pengembangan budi daya perikanan. Menteri Trenggono meminta Dirjen Perikanan budi daya untuk tidak lagi bersantai membangun budi daya perikanan, baik nila, jade perch ataupun tambak udang sebesar 2000 hektar.

“Dikaji betul-betul apakah perlu betul itu satu lokasi seluas 2000hektar ataukah bisa di pecah-pecah mempertimbangkan teknis dan seterusnya dan efisiensi pembangunan betul-betul dikaji dengan baik,” ujarnya.

Selanjutnya program ekonomi biru ke empat, pengawasan pulau kecil. Menurut Menteri Trenggono, pengwasan ini adalah rawan dengan kepentingan ekonomi khususnya di maritim. Artinya banyak kegiatan operasional yang tidak memiliki izin. Seperti pembangunan villa dan sebagainya.

“Dirjen Pengawasan pernah menghentikan kegiatan operasional villa ditengah laut, villa itu mungkin sudah berjalan beberapa tahun tapi tidak memiliki izin. Kemudian di labuan bajo tidak ada semua perizinan ruang lautnya, ini harus evaluasi semua,“ jelasnya.

Program ekonomi biru yang ke lima yaitu penanganan sampah plastik di laut. Menteri Trenggono berpesan agar tidak ada lagi cara kuno dengan hanya membuat pesta seremonial.

“Ditjen PRL disitu betul-betul sudah mengidentifikasi dimana populasi sampah plastik yang paling besar dan apa yang harus dilakukan dan harus langsung dilakukan dalam skala sedikit-sedikit bisa dilaksanakan tidak bisa harus ngomong, kita cari yang bisa itu saya kira menjadi target kita dan saya di perkuat oleh wakil Menteri,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *