Beda dari Filmnya, Serial Ratu-Ratu Queens Ungkap Sisi Gelap dan Haru Para Tokoh

  • Party (Nirina Zubir) harus menjaga apartemen, mengejar karier, dan menghadapi status pekerjaan yang tidak selalu stabil.

  • Ance (Tika Panggabean), seorang ibu tunggal, berjuang membesarkan anak remaja di negara asing sambil berusaha mandiri secara emosional.

  • Biyah (Asri Welas) sering harus mengambil pekerjaan aneh demi bertahan hidup, meski kadang mengabaikan sopan santun.

  • Chinta (Happy Salma) baru saja bercerai dan harus menyusun kembali harapan sambil beradaptasi di lingkungan yang keras.

Menariknya, keempat tokoh ini tidak memilih untuk berkumpul. Mereka dipertemukan oleh keadaan hidup yang keras, hingga akhirnya persahabatan tumbuh bukan karena rencana, melainkan karena benturan takdir.

Serial ini tidak hanya menawarkan drama, tetapi juga menghadirkan realitas imigran Indonesia yang penuh tantangan. Penonton akan melihat bagaimana mereka menjaga identitas, menghadapi kultur baru, bekerja di bidang yang tak ideal, sekaligus mencari jati diri.

Namun, di balik beratnya tema, hadir pula momen komedi dan ringan yang membuat cerita tetap hangat. Inilah yang menjadikan Ratu-Ratu Queens bukan hanya kisah penuh luka, tetapi juga pengingat bahwa tawa tetap bisa hadir di tengah penderitaan.

BACA JUGA: Gugatan Cerai Tasya Farasya Mencuat, Ada Kaitannya dengan Tutupnya Golden Black Gourmet?

Fakta bahwa serial ini adalah prekuel dari film populer membuatnya semakin menarik. Penonton akhirnya mendapat jawaban atas pertanyaan: bagaimana semua kesulitan itu bermula, bagaimana tiap karakter terluka, dan bagaimana persahabatan mereka terbentuk sebelum kisah utama film dimulai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *