Setelah gagal terpilih kembali pada tahun 2019, pamannya, Prabowo, memilihnya untuk mendampingi sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra untuk periode 2020-2025.
Rahayu juga pernah menjadi sasaran ejekan misogini setelah memposting foto hamilnya pada tahun 2015, yang menunjukkan tantangan yang dihadapinya di dunia politik.
Pendidikan dan Karier Awal
Sejak usia dini, Rahayu sudah menunjukkan kecerdasannya. Ia melanjutkan pendidikan ke Singapura dan kemudian ke Swiss, di mana ia menempuh pendidikan di College du Leman, Geneva. Rahayu lulus dari SMA dan diterima di Universitas Virginia, dengan fokus pada Drama dan Peradaban Kuno.
Selain karier politiknya, Rahayu juga terlibat dalam dunia hiburan. Ia berakting dalam beberapa film, termasuk “Merah Putih” (2009) dan “Dream Obama” (2013). Ia juga pernah menjadi ko-presenter di program televisi “Talk Indonesia” selama tiga tahun.
BACA JUGA:Â Prabowo Teken Perpres, Kini Polri Dinaungi Kementerian Tak Lagi Dibawah Presiden
Rahayu Saraswati Djojohadikusumo adalah sosok yang multi-talenta, dengan latar belakang yang kaya dan pengalaman dalam dunia politik, seni, dan pendidikan.
Dalam upayanya membela Rudy Soik, ia menunjukkan komitmennya untuk memperjuangkan keadilan dan kepentingan masyarakat, terutama dalam menangani masalah di NTT. Dengan semangat dan dedikasinya, Rahayu terus berkontribusi untuk perubahan yang lebih baik di Indonesia.












