Bengkulu Dipersiapkan Jadi Provinsi Rendah Karbon Berketahanan Iklim

Bengkulu ditetapkan sebagai salah satu provinsi percontohan PRKBI dengan potensi besar di sektor kehutanan, pesisir, dan energi terbarukan, namun menghadapi tantangan krisis iklim dan degradasi lingkungan.

Tantangan

Di tengah potensi tersebut, Bengkulu juga menghadapi tantangan nyata berupa krisis iklim, degradasi lingkungan, abrasi garis pantai, serta kerentanan sosial. Kondisi ini menegaskan urgensi percepatan implementasi PRKBI agar pembangunan daerah berjalan tangguh dan berkelanjutan.

Forum dialog ini turut melibatkan DPRD Provinsi Bengkulu guna menyelaraskan pemahaman mengenai urgensi PRKBI, sekaligus memperkuat peran legislatif dalam mendukung transformasi kebijakan rendah karbon. Dukungan politik DPRD dinilai krusial untuk memastikan kesinambungan regulasi, pendanaan, serta pengawasan pembangunan rendah karbon di tingkat provinsi.

Dalam forum tersebut, para pemangku kepentingan juga mengidentifikasi sektor dan isu prioritas PRKBI sebagai dasar integrasi ke dalam RPJMD dan Rencana Strategis (Renstra) perangkat daerah. Hasil dialog akan dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan daerah guna mempercepat implementasi pembangunan rendah karbon di Bengkulu.

Leonardo menegaskan bahwa Bengkulu memiliki modal kuat, mulai dari sumber daya alam, potensi energi terbarukan, tata kelola yang terus membaik, hingga visi politik yang jelas.

“Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mengintegrasikan PRKBI ke dalam RPJMD dan APBD serta memperkuat kolaborasi agar manfaatnya nyata bagi masyarakat dan generasi mendatang,” tutupnya.

BACA JUGA: Guru Honorer Rangkap Jabatan Jadi Tersangka, Pejabat Rangkap Komisaris BUMN Kok Gak Ditangkap?

Dengan kolaborasi Indonesia–Inggris dan sinergi multipihak, Bengkulu kini dipersiapkan menjadi provinsi rendah karbon berketahanan iklim yang mampu menjadi model transformasi pembangunan berkelanjutan di tingkat daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *