RUANGBICARA.co.id – Harga Bitcoin masih bergerak mendatar di dekat level resistansi penting sejak Jumat (7/11/2025). Karena itu, kondisi ini memunculkan kekhawatiran di kalangan analis bahwa fase pelemahan berikutnya bisa segera terjadi.
Berdasarkan data Coinmarketcap, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$101.000, setelah sebelumnya sempat jatuh di bawah rata-rata pergerakan satu tahun. Selain itu, level tersebut selama ini dianggap sebagai batas psikologis dan teknikal yang menjadi fondasi siklus bull saat ini.
BACA JUGA: Rumah Mewah Erik Spoelstra Ludes Terbakar, Pelatih Miami Heat Syok Lihat Kondisi di Lokasi
Laporan dari CryptoQuant mengungkapkan bahwa penurunan Bitcoin di bawah rata-rata jangka panjang menandai hilangnya dukungan utama pasar. Kemudian, indikator Bull Score Index bahkan turun ke nol untuk pertama kalinya sejak Juni 2022, sebuah sinyal yang terakhir muncul menjelang fase bearish besar sebelumnya.
“Kegagalan untuk merebut kembali rata-rata pergerakan satu tahun secara cepat dapat memicu koreksi yang jauh lebih besar,” tulis CryptoQuant dalam laporannya.
Oleh sebab itu, mereka memperkirakan Bitcoin berpotensi terkoreksi hingga ke kisaran US$72.000 jika pemulihan tak segera terjadi.







