RUANGBICARA.co.id – Kehilangan pekerjaan secara tiba-tiba atau layoff mendadak bukan hanya soal putusnya penghasilan. Lebih dari itu, kondisi ini kerap menjadi guncangan psikologis berat yang efeknya bisa bertahan lama.
Banyak psikolog menyamakan dampak emosional layoff mendadak dengan rasa duka akibat kehilangan orang tercinta atau perceraian. Dalam semalam, hidup seseorang bisa terasa jungkir balik—rutinitas berubah, identitas terguncang, dan masa depan tampak buram.
Tak heran jika korban layoff sering mengalami tekanan mental serius.
BACA JUGA: Hindari Perceraian, Jika Tak Ingin Anak Alami Dampak Serius Psikologis Ini
Berikut 10 dampak psikologis yang umum dialami seseorang setelah terkena layoff secara tiba-tiba yang dilansir dari pelbagai sumber.
1. Shock dan Penyangkalan (Denial)
Reaksi awal yang paling sering muncul adalah kaget dan tidak percaya. Karena terjadi mendadak, otak membutuhkan waktu untuk memproses kenyataan tersebut. Banyak korban masih berpikir, “Ini pasti salah,” atau berharap akan dipanggil kembali keesokan harinya.
2. Krisis Identitas
Bagi banyak orang, pekerjaan adalah bagian besar dari jati diri. Saat status pekerjaan hilang, muncul pertanyaan eksistensial: “Siapa saya jika saya tidak bekerja?”












