Dari Klub Legendaris hingga Panggung Dunia: Perjalanan Super Flu Menjaga Harmoni Musik Elektronik

Momen Penting

Perjalanan Super Flu mencapai titik penting saat mereka mendirikan label Monaberry pada 2009. Langkah ini memberi kebebasan penuh untuk merilis musik tanpa kompromi.

Tak lama kemudian, lagu “Shine” hadir dan menjadi titik balik yang membawa perhatian besar. Sejak saat itu, nama Super Flu semakin dikenal luas di skena musik elektronik internasional.

Monaberry dikenal konsisten merilis musik dalam format vinyl di setiap perilisan. Bagi Super Flu, vinyl bukan sekadar medium, tetapi juga identitas dan bentuk kecintaan terhadap musik.

Meski era digital mendominasi, mereka percaya bahwa vinyl tetap memiliki tempat penting dalam budaya musik elektronik. Keputusan ini sekaligus memperkuat karakter Monaberry sebagai label independen yang idealis.

Proyek Baru

Saat ini, Super Flu belum berencana merilis album penuh keempat. Mereka memilih fokus pada rilisan EP, remix, dan karya-karya yang lebih eksploratif untuk lantai dansa.

Beberapa proyek terbaru mereka antara lain remix untuk Claptone – “Birdsong”, rilisan baru Monaberry, serta EP di label asal Jepang, Mule Musiq.

Kesibukan sebagai DJ, produser, dan pemilik label tentu melelahkan. Namun, Super Flu memiliki cara sederhana untuk menjaga keseimbangan, yakni dengan yoga dan istirahat cukup saat berada di rumah.

Dengan pendekatan ini, mereka mampu menjaga kreativitas tetap segar di tengah jadwal tur dan festival yang padat.

BACA JUGA: Spotify Wrapped 2025 Resmi Dirilis, Ini Cara Bagikan Tren Musikmu ke Media Sosial

Dari klub legendaris di Jerman hingga festival internasional, perjalanan Super Flu menunjukkan bahwa harmoni dan kebebasan berekspresi adalah fondasi utama kesuksesan. Hingga kini, mereka terus melangkah tanpa kehilangan jati diri, menjadikan Super Flu sebagai salah satu nama penting dalam musik elektronik global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *