Secara keseluruhan, melalui subholding Downstream, PT Pertamina (Persero) mengoperasikan 345 kapal, baik milik sendiri maupun sewaan. Armada tersebut terdiri dari 271 kapal pengangkut BBM/BBK, 27 kapal pengangkut minyak mentah, 4 kapal petrokimia, serta 43 kapal khusus LPG.
Ratusan kapal ini melayani berbagai rute strategis, termasuk menjangkau 57 wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di seluruh Indonesia—mulai dari Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku hingga Papua. Operasional kapal dilakukan selama 24 jam oleh awak yang bekerja secara bergantian, guna memastikan distribusi energi tetap aman dan tepat waktu, meski dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem dan kondisi geografis yang kompleks.
Di sisi lain, PT Pertamina (Persero) juga terus memperkuat seluruh lini bisnisnya dalam menghadapi tekanan geopolitik. Peningkatan produksi hulu migas, optimalisasi kilang, serta penguatan distribusi menjadi langkah strategis untuk menjaga ketahanan energi nasional.
Selain itu, kolaborasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum turut diperkuat guna memastikan distribusi berjalan sesuai aturan. Pertamina juga mendukung tindakan tegas terhadap praktik penimbunan maupun penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi.
BACA JUGA:Â Pemerintah dan Pertamina Patra Niaga Pastikan Distribusi LPG Tepat Sasaran
Pertamina mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga distribusi energi dengan melaporkan indikasi penyalahgunaan serta menggunakan energi secara bijak sesuai kebutuhan.












