Prabowo menegaskan capaian swasembada beras akan terus dijaga dan dikembangkan ke sektor pangan lainnya. Ia menyatakan Indonesia telah memasuki fase kemandirian pangan dan tidak lagi bergantung pada pasokan dari negara lain.
“Kita sudah swasembada satu tahun. Kita sudah berdiri di atas kaki sendiri. Kita tidak tergantung bangsa-bangsa lain,” ujar Prabowo.
Selain Amran, Presiden Prabowo juga memberikan tanda jasa dan tanda kehormatan kepada sejumlah pihak lain, di antaranya kepala daerah, tokoh organisasi tani, penyuluh pertanian, serta petani dari berbagai kelompok tani yang dinilai berkontribusi terhadap capaian swasembada pangan.
Namun, klaim swasembada tersebut turut mendapat perhatian dari kalangan pengamat. Pegiat Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori menilai pemerintah perlu memberikan penjelasan yang lebih jelas mengenai definisi swasembada pangan.
BACA JUGA: Putusan Pengadilan Tegaskan Mardiono-Taj Yasin sebagai Ketum dan Sekjen PPP
“Apa definisi swasembada? Apakah dimaksudkan ketika 90 persen kebutuhan dalam negeri bisa dipenuhi dari produksi domestik? Jadi ada ruang impor sebesar 10 persen, atau harus 100 persen tanpa impor sehingga kebutuhan domestik harus dipenuhi dari produksi sendiri?” kata dia, Rabu, (7/1/2026).











