Ia membandingkan situasi di Banten dengan Bantul yang meski memiliki UMK lebih rendah, namun tingkat kebahagiaannya lebih tinggi.
Selanjutnya, Andis menyoroti kondisi infrastruktur yang buruk sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya harapan hidup di Banten. Ia memberikan contoh,
“Misalnya ada satu ibu kritis, kalau jalan hancur, kan gak bisa lewat ambulans,” jelas Andis, menekankan betapa pentingnya akses jalan yang baik.
Andis juga menyebutkan bahwa sektor pariwisata di Banten masih terhambat oleh minimnya infrastruktur yang memadai.
“Pariwisata di Banten harus didukung infrastruktur. Misalnya kalau kita ke Sawarna lewat Lebak, otomatis jalannya harus bagus dulu,” tambahnya.
BACA JUGA: Diduga Tercemar Limbah: Air Bau hingga Ikan Mati, Mahasiswa Ancam Tutup Paksa Pabrik Kanebo
Dengan pengalamannya ini, Andis Brighter menunjukkan betapa pentingnya kebebasan berbicara dan menyampaikan kritik, terutama terhadap isu-isu penting seperti dinasti politik, meskipun risiko yang dihadapi cukup besar.












