RUANGBICARA.co.id, Jakarta – Presiden Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, memberikan pandangan kritis terkait alokasi anggaran pendidikan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Tiyo, dari total anggaran pendidikan 2026 sebesar Rp727 triliun, hampir setengahnya, sekitar Rp335 triliun (44%), dialokasikan untuk MBG. Padahal, program ini dinilai kurang efektif dan pengawasannya lemah. “Ini persoalan besar. Kita enggak usah bicara MBG itu efektif atau tidak. Kita bicara apakah ini sesuai dengan konstitusi apa tidak?” ujarnya, dalam diskusi Maiyahan yang diunggah di YouTube @caknundotcom baru-baru ini, dikutip Selasa (24/2/2026).
Tiyo bahkan menyebut MBG sebagai “makanan beracun gratis”, karena banyak anak-anak menerima makanan yang tidak layak akibat minimnya pengawasan. Menurutnya, alokasi dana yang begitu besar seharusnya difokuskan untuk memperkuat pendidikan yang menjadi prioritas utama negara.
“Tugas negara untuk mencerdaskan bangsa direduksi menjadi makan beracun gratis. Banyak anak-anak menerima makanan yang tidak layak karena pengawasan MBG sangat minim,” tambah Tiyo.









